|
Teknik Nuklir di Bidang SDAL
|
Memasuki milenium ketiga, pembangunan di negara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia telah meningkat dengan pesat. Eksploitasi sumber daya alam yang terus menerus secara berlebihan dapat menimbulkan merosotnya kualitas lingkungan. Kenyataan yang terlihat pada dekade terakhir ini, lingkungan secara global memburuk ditinjau dari berbagai aspek, misalnya pengrusakan lapisan ozon oleh klorofluorokarbon (CFC), kontaminasi sungai, lautan, air bawah tanah, tanah, dan udara oleh senyawa kloroorganik yang sebagian besar ditimbulkan oleh industri, dan pencemaran udara oleh gas buang industri yang mengakibatkan hujan asam. Dampak dari masalah ini tidak hanya dirasakan oleh negara maju, namun juga dirasakan oleh Indonesia yang berpenduduk kurang
|
|
Dengan adanya isu pemanasan global, manusia di berbagai belahan dunia mulai sadar akan perlunya menyelamatkan lingkungan dengan cara menjinakkan polutan-polutan yang terlepas ke lingkungan. Beberapa negara maju telah mengeluarkan peraturan yang sangat ketat dan menanamkan investasi cukup besar dalam rangka mengurangi polusi udara dari gas buang. Sebagai upaya untuk mencegah berlanjutnya krisis ekologi, telah dikembangkan sistim peralatan berteknologi tinggi yang mampu menjinakkan gas-gas seperti SOx dan NOx dalam gas buang yang dikeluarkan oleh cerobong, baik dari stasiun pembangkit listrik maupun industri lain yang membakar batubara.
Salah satu peralatan berteknologi tinggi adalah electron beam machine atau mesin berkas elektron (MBE). Prinsip kerja
|
|
Salah satu aplikasi penggunaan radioisotop adalah sebagai perunut dalam studi hidrologi. Teknik perunut merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi perilaku suatu sistem dengan cara menandai sistem dengan bahan tertentu, seperti misalnya radioisotop. Dengan menggunakan perunut radioisotop, berbagai masalah dalam bidang hidrologi akan dapat dipecahkan dengan cara langsung yang jauh lebih cepat dari cara konvensional. Dalam bidang hidrologi, teknik perunutan dilakukan dengan cara memantau radiasi yang dipancarkan oleh perunut radioisotop, atau yang lebih dikenal sebagai radiotracer. Dalam studi hidrologi, radiotracer yang digunakan dilepaskan langsung ke lingkungan. Untuk dapat digunakan sebagai tracer, radioisotop harus memenuhi persyaratan :
Tidak berbahaya bagi
|
|
Jutaan orang di seluruh dunia bergantung pada bendungan dan bendungan dan waduk, entah itu untuk menghasilkan listrik, memenuhi kebutuhan air dan juga mencegah terjadinya luapan air (banjir). Bendungan membutuhkan investasi yang cukup signifikan untuk pembangunan dan pemeliharaan, namun keefektifan dari bendungan itu sendiri terancam permasalahan kebocoran dan sedimentasi. Teknik isotop hidrologi yang di kombinasikan dengan metode analisa konvensional, merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien untuk mengatasi ancaman tersebut. IEAE mempromosikan penggunaan metode ini untuk melindungi investasi dan meningkatkan manajemen, dengan mendukung para ilmuwan dan insinyur untuk menyelidiki kebocoran bendungan, seperti di negara-negara di Afrika berdasarkan permintaan.
Bendungan, dulu dan
|
Total Results: 4
|
|