Bookmark and Share
Program PLTN di Indonesia
Pada tahun 50-an Presiden pertama Indonesia Soekarno sudah mulai mewujudkan visi tentang energi nuklir, dengan harapan Indonesia akan diakui oleh dunia internasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Soekarno merealisasikan mimpinya dengan membangun reaktor riset di kota Bandung Jawa Barat, yang berhasil dioperasikan pada tahun 1965 dan masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Kemudian oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo dan dilanjutkan oleh Prof. BJ Habibie, sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi telah mengembangkan program lanjutan yang dimulai pada tahun 1983 dengan membangun fasilitas riset nuklir terpadu di kawasan Puspiptek Serpong, dalam rangka persiapan pembangunan industri nuklir senilai sekitar USD 400 juta
Telah dilakukan jajak pendapat iptek nuklir masyarakat propinsi Bangka Belitung untuk mengukur tingkat penerimaan masyarakat terhadap iptek nuklir/PLTN. Sebaran responden berjumlah 500 orang meliputi 7 kota/kabupaten di Propinsi Bangka Belitung. Teknik penarikan sampel menggunakan kombinasi penarikan acak bertingkat (multistage sampling) dan acak sederhana (simple random sampling). Teknik ini digunakan agar variabilitas dan probabilitas terwakili sama dalam penarikan sampel point (desa) dan responden. Unit sampling terkecil dalam jajak pendapat ini adalah desa yang dibedakan berdasarkan kategori urban rural. Berdasarkan jajak tersebut diketahui bahwa 35,0% masyarakat Bangka Belitung dapat menerima rencana pembangunan PLTN di wilayah mereka dengan alasan diperlukannya kestabilan suplai energi.
Telah dilakukan Jajak Pendapat PLTN secara nasional pada tangga 22 Oktober –    4 Nopember 2011 yang meliputi 33 propinsi dengan sebaran responden sebanyak 3.000. Kriteria responden adalah masyarakat umum (general public) berusia lebih dari 15 tahun yang terbagi menjadi daerah urban dan rural dengan perbandingan proporsional populasi penduduk, Metode survei yang digunakan adalah face to face interview dengan kombinasi penarikan sampel secara acak bertingkat (multistage sampling) dan acak sederhana (simple random sampling). Tujuan dari kegiatan tersebut dimaksud untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN sebagai energi alternatif ke depan. Hasil jajak didapatkan bahwa 49,5% responden menerima PLTN, 35,5% responden menolak,
 
1
Total Results: 3
0003304339  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution