Selasa, 29 Juli 2014 | 20:41 WIB
Penulis : admin | 03/08/2010 | 11:21 WIB Dibaca : 5263x
Bank Jaringan di Indonesia

Di Indonesia saat ini telah berdiri 4 Bank Jaringan yang siap melayani kebutuhan pasien, yaitu:

1. Bank Jaringan Riset Batan (BJRB) menyediakan allograft, xenograft, dan jaringan amnion liofilisasi steril radiasi untuk keperluan klinik.

2. Pusat Biomaterial/Bank Jaringan RSUP Dr. Sutomo, Surabaya, menyediakan berbagai allograft, xenograft, dan amnion steril radiasi.

3. Bank Jaringan RSUP Dr. M. Jamil, Padang, memproduksi amnion steril radiasi.

4. Bank Jaringan RSK Sitanala, Tangerang memproduksi amnion steril radiasi.

Alograftdan Xenograft Steril Radiasi

Grafttulang dapat berfungsi sebagai kekuatan mekanik dan/atau sebagai fungsi biologi. Sebagai contoh graft tulang femur bagian atas digunakan untuk memperbaiki total hip arthroplasty harus memiliki kekuatan mekanik, sedang tulang demineralized bone matrix (DBM) digunakan dalam posterior lateral spinal fusion yang berfungsi untuk merangsang pembentukan jaringan baru tulang, tidak memerlukan fungsi mekanik.

Kebutuhan tulang alograft dan xenograft di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, sedang produksi graft tulang dari Bank Jaringan di Indonesia hanya mencapai sekitar 2000 graft per tahun. Pengguna alograft dan produksi BJRB hingga saat ini antara lain dokter spesialis ortopedi, bedah plastik, mata, dan gigi di 29 rumah sakit, antara lain RSUPN Ciptomangunkusumo, RSUP Persahabatan Jakarta, RSAU Jakarta, RS Mitra Keluarga Kemayoran dan Bekasi, RSUP M.Jamil Padang, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Mata Cicendo bandung, dan RS Mata Dr. Yap Yogyakarta.

Saat ini untuk menanggulangi keterbatasan penyediaan tulang alograft, BJRB telah melakukan inovasi dengan memanfaatkan tulang xenograftyang berasal dari sapi muda. Penelitian tentang sifat fisik, mekanik dan kimia terhadap tulang xenograftsterilisasi radiasi menunjukkan bahwa mutu xenograftdari sapi muda sesuai standar untuk implantasi. Begitu pula uji pra klinik dan klinik yang dilakukan di Balai POM Depkes dan RS. Fatmawati, Jakarta menunjukkan tidak terjadi reaksi penolakan. Tulang alograftproduksi BJRB yang digunakan untuk operasi emergensi ortopedi di Rumah Sakit Dr. M. Djamil, Padang, menunjukkan pertumbuhan kalus yang sangat bermakna dibandingkan dengan tanpa penambahan grafttulang.

Jaringan steril radiasi produksi BJRB: Alograft (A&B), Xenograft (C&D), dan amnion (E)

Amnion dari plasenta Membalut luka dengan amnion

Gambar 103

Granula tulang

Gambar 104

Membran Amnion Liofilisasi Steril Radiasi

Membran amnion atau membran fetus terdiri dari membran amnion dan chorion. Amnion merupakan lapisan dalam yang tipis, kuat dan mengkilat, terdiri atas sel epitel pipih dan kuboid serta jaringan penunjang mesenkhim. Sedang chorion merupakan lapisan terluar yang lebih padat dan tebal. Chorion dihubungkan dengan jaringan mesenkhim oleh amnion. Bagian terluar chorion dibentuk oleh sel epitel transisional yang tebal. Secara klinik, amnion dapat dibedakan dengan chorion karena sifatnya tipis, kuat dan mengkilat dibandingkan dengan chorion yang lebih padat dan homogen.

Jaringan amnion terdiri dari lapisan: epithelium, membran basalis, lapisan compactum, lapisan fibroblast, dan lapisan spongiosa dengan ketebalan antara 0,02 dan 0,4 mm. Di seluruh lapisan membran amnion tidak ditemukan adanya pembuluh darah, limfa dan saraf. Komposisi amnion terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, dan bermacam-macam growth factor yang memiliki berbagai fungsi biologi spesifik yang mempunyai kelebihan bila digunakan sebagai penutup luka maupun transplantasi.

BJRB hingga saat ini telah dapat memproduksi jaringan amnion yang diawetkan dengan cara liofilisasi dan kering udara kemudian disterilkan dengan iradiasi gamma dosis 25 kGy. Rata-rata dihasilkan 500 paket amnion siap pakai per tahun. Hingga saat ini produk tersebut telah digunakan oleh 34 Rumah Sakit di Indonesia. Pemanfaatan membran amnion siap pakai di Indonesia cukup luas, antara lain sebagai penutup luka operasi, penutup luka pada sunat, luka bakar, penutup ulkus plantar pada penderita kusta, ulkus pada penderita diabetes, pterygium, symblepharon, kerusakan cornea, dan rekontstruksi vagina.

(Penulis HW & BasA).

Belum Ada Komentar
Silahkan Isi Kode Keamanan Berikut :
Komentar akan ditampilkan dihalaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INFONUKLIR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak untuk ditampilkan.