Radioisotop dapat dimanfaatkan sebagai perunut dalam kegiatan industri. Banyak masalah dalam proses industri dapat diselesaikan dengan teknik perunut radioisotop ini. Dengan teknik ini hampir setiap karakteristik suatu proses industri termasuk kelainan-kelainan yang terdapat pada sistem kerjanya, dapat diketahui untuk kemudian dijadikan masukan informasi bagi pabrik maupun industri yang bersangkutan. Kelebihan dari teknik perunut radioisotop ini adalah dapat dilakukan tanpa mengganggu atau menghentikan proses produksi yang sedang berjalan sehingga kerugian waktu maupun biaya dapat dihindari. Teknik ini dapat diaplikasikan hampir pada setiap industri, seperti industri tekstil, semen, pupuk, kertas, minyak, besi baja dan peleburan aluminium.
Proses pencampuran bahan-bahan dalam industri merupakan proses yang perlu dikontrol karena hasil proses tersebut dapat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan industri tersebut. Dalam proses industri, misal pencampuran bahan X dan bahan Y akan dianggap sempurna apabila X dan Y tersebut telah bercampur secara homogen. Untuk mengetahui homogenitas campuran, maka ke dalam bahan pencampur dimasukkan suatu perunut radioisotop. Homogenitas campuran bahan X dan Y ditunjukkan oleh homogenitas radioisotop dalam campuran. Pengamatan proses pencampuran dapat dilakuan dengan pemantauan radiasi dari luar bak pencampur. Apabila hasil cacahan radiasi dari radioisotop yang dipakai sebagai perunut telah menunjukkan nilai cacahan yang merata pada semua bagian, maka proses pencampuran antara bahan X dan bahan Y telah sempurna.

Pengukuran kandungan air pada sinter campuran bijih tambang
Selain untuk mengamati proses pencampuran, perunut radioisotop dapat pula dipakai untuk mengamati proses aliran di dalam pipa. Seringkali agak sulit melakukan pengukuran kecepatan alir dalam pipa apabila yang mengalir di dalamnya adalah campuran antara zat cair dan zat padat. Dengan menentukan dua titik (tempat) dari pipa tersebut, maka teknik perunut radioisotop dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara yang sangat sederhana. Pada titik pertama, ke dalam pipa yang di dalamnya mengalir campuran yang akan diukur diinjeksikan radioisotop perunut, sedang pada titik kedua dipasang pemantau radiasi. Jangka waktu dari saat radioisotop mulai diinjeksikan hingga mulai tercacah oleh pemantau radiasi dapat diukur. Karena jarak antara titik pelepasan dan titik pencacahan radioisotop dapat diukur, maka laju alir dari campuran di dalam pipa dapat dihitung.

Proses pencampuran bahan-bahan dalam kegiatan industri dapat dipelajari dengan teknik perunut radioisotop (sumber : KEPCO, Rep. of Korea)
(Edited by HW)