Semua alat yang dipakai lama-kelamaan akan menjadi aus. Keausan ini biasanya disebabkan oleh gesekan sehingga permukaan yang bergesekan berkurang. Namun keausan ini terjadi dalam jumlah yang sangat kecil sehingga sangat sulit untuk dievaluasi. Teknik nuklir dapat mengatasi kesulitan tersebut. Teknik yang digunakan untuk memeriksa keausan ini adalah dengan mengaktivasi bagian permukaan alat yang diteliti. Dengan proses aktivasi ini maka bahan pada permukaan alat menjadi radioaktif sehingga mampu memancarkan radiasi. Aktivasi dilakukan dengan cara irradiasi neutron di dalam teras reaktor penelitian.
Setelah proses aktivasi, tingkat aktivitas bagian alat yang akan diperiksa keausannya diukur dengan alat cacah radiasi. Pengukuran ini akan menghasilkan data cacahan radiasi pada alat sebelum dipakai. Pengukuran yang sama dilakukan lagi setelah alat tersebut dipakai. Dari pengukuran ini diperoleh data cacahan radiasi pada alat setelah dipakai. Berkurangnya hasil cacahan radiasi antara sebelum dan setelah pemakaian ini disebabkan karena terjadinya keausan pada alat. Tingkat pengurangan hasil cacahan radiasi itu dapat dikorelasikan dengan tingkat keausan. Metode penelitian ini banyak dilakukan pada penelitian pendahuluan untuk mengetahui apakah alat tersebut bekerja sesuai dengan fungsinya.

Tingkat keausan pada bagian-bagian mesin yang berputar dapat dipelajari dengan teknik nuklir yang dikenal dengan aktivasi lapisan tipis (sumber : Nuovo Pignone-GE)
(Edited by HW)