Bookmark and Share
Nuklir untuk kesehatan
03 Aug 2010 11:14:11
kecilkan font perbesar font

Aplikasi teknik nuklir dalam bidang kesehatan telah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam menegakkan diagnosis maupun terapi berbagai jenis penyakit. Selain itu, teknik nuklir berperan pula dalam kajian dan penelitian untuk lebih memahami  proses anatomi, fisiologi, patofisiologi, dan metabolik dari kelainan mulai dari tingkat selluler sampai dengan molekuler yang terjadi pada berbagai organ tubuh manusia. Berbagai disiplin ilmu kedokteran seperti ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit syaraf, ilmu penyakit jantung, anak, onkologi, urologi dan lainnya telah memanfaatkan teknik nuklir ini. Selama ini kita hanya mengenal radiasi yang dimanfaatkan di bidang radiologi, prinsip dasar radiasi di sini merupakan proses ionisasi sehingga dikenal sebagai radiasi pengion, menggunakan sumber radiasi tertutup, dan hasil yang terlihat lebih banyak memberikan informasi mengenai anatomi, dengan peralatan seperti;  Sinar X, CT scan baik  dalam  bentuk 64, 128 maupun 256 slices, USG (non radiasi namun hasil dalam bentuk anatomi) dan lainnya. Pada saat ini teknik nuklir juga banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan antara lain untuk pengaweta; bank jaringan seperti placenta untuk luka bakar, bone graft untuk menutupi bekas tindakan operasi pada tumor di tulang termasuk juga untuk menambal rahang di bagian gigi dan mulut, untuk sterilisasi peralatan instrumentasi kedokteran termasuk juga kondom dan bahan- bahan obat  serta  makanan.

Bila kita melihat perkembangan ke ilmuan khususnya di bidang kedokteran yang memanfaatkan radiasi pada saat ini sudah keilmuan dengan memanfaatkan sumber radiasi dibagi atas 3 bagian besar spesialistik  antara lain;

  1. Radiodiagnostik; kegiatan penunjang diagnostik menggunakan perangkat radiasi sinar pengion (sinar x), untuk melihat fungsi tubuh secara anatomi. Ahli dalam bidang ini dikenal sebagai radiolog (Sp.Rad).
     
  2. Radioterapi; kegiatan terapi radiasi eksternal dengan sumber radiasi tertutup, menggunakan teknik penyinaran secara fraksinasi. dalam bentuk brakiterapi maupun teleterapi. Ahli dalam bidang ini dikenal sebagai radioonkolog(Sp.Rad.Onk).

        3.  Kedokteran nuklir; kegiatan penunjang diagnostik secara in- vivo, in- vitro dan terapi radiasi interna menggunakan sumber radiasi terbuka. Ahli dalam bidang ini dikenal                   sebagai spesialis kedokteran nuklir(Sp.KN).

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397383  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution