Mutasi buatan pada tanaman dapat dilakukan dengan mengiradiasi organ reproduksi tanaman seperti biji, stek batang, serbuk sari, akar rhizome, kalus dan sebagainya. Radiasi dapat dimanfaatkan untuk pemuliaan tanaman dalam rangka meningkatkan keragaman genetik sehingga memungkinkan untuk melakukan seleksi genotip sesuai dengan aspek pemuliaan yang dikehendaki. Mutasi buatan dapat menimbulkan perubahan genetik tanaman baik ke arah positif maupun negatif, dan bersifat baka (dapat diwariskan pada generasi berikut). Mutasi yang terjadi ke arah “sifat positif” merupakan mutasi yang dikehendaki oleh pemulia tanaman pada umumnya, dan sifat positif yang dimaksud tergantung pada tujuan pemuliaan tanaman.
Pemuliaan tanaman dengan teknik nuklir dapat diawali dengan mengiradiasi materi genetik tanaman misalnya biji, stek batang, serbuk sari, akar rhizome, kalus atau yang lainnya dengan sinar gamma. Setelah perlakuan irradiasi akan terjadi beberapa kemungkinan pada materi genetik tanaman tersebut yaitu mutasi ke arah positif, mutasi ke arah negatif, atau tanpa mutasi. Dari variasi fenotip yang timbul dilakukan seleksi sifat yang lebih baik untuk dikembangkan menjadi varietas unggul. Tanaman yang telah mengalami perubahan akibat terjadinya mutasi genetik disebut mutan sedangkan zat yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Radiasi terhadap materi genetik tanaman tidak mengakibatkan tanaman atau produk tanaman tersebut menjadi bersifat radioaktif sehingga semua hasil pemuliaan tanaman dengan radiasi aman untuk dikonsumsi manusia.

Kemungkinan variasi fenotip yang muncul setelah perlakuan iradiasi
pada materi genetik tanaman.
Mengingat di Indonesia hama dan penyakit utama padi sawah antara lain adalah Wereng Coklat Nilaparvata Lugens Stal dan penyakit hama daun bakteri Xanthomonas Oryzae, maka tujuan pembentukan varietas unggul pada padi sawah ditekankan pada ketahanan terhadap kedua hama dan penyakit tersebut, selain sifat unggul lainnya seperti produksi tinggi, umur genjah, dan kualitas beras yang bagus dengan tekstur nasi pulen. BATAN memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk penelitian pemuliaan tanaman dengan teknik radiasi antara lain Gamma Chamber dan Gamma Cell dengan sumber radiasi Cobalt-60 laju dosis tinggi, Gamma Room dengan sumber radiasi Cobalt-60 laju dosis rendah, laboratorium kultur jaringan, ruang tumbuh, rumah kaca, kebun percobaan dan sawah.


Iradiator Gamma Cell-220 untuk litbang pemuliaan tanaman di BATAN.
Setelah perlakuan iradiasi dengan sinar gamma, organ tanaman ditumbuhkembangkan di ruang tumbuh, rumah kaca, atau langsung di kebun percobaan. Analisis mutan tanaman dilakukan di laboratorium dengan memperhatikan sifat genetik, biologi dan agronominya baik secara visual fenotip maupun secara biologi molekuler atau bioteknologi lainnya. Tanaman yang diteliti dikelompokkan sebagai tanaman pangan (padi, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, sorghum, dan gandum), tanaman hortikultura (pisang, cabai, bawang merah, bawang putih krisan, dan anggrek), tanaman industri (kapas, sorghum, jarak, dan gandum), dan tanaman pakan ternak (sorghum).

Proses pemuliaan tanaman pisang dengan iradiasi gamma Co-60 untuk mendapatkan varietas baru dengan pohon yang pendek, berbunga lebih cepat dengan buah yang lebih banyak dan harum.
Varietas Unggul yang Dihasilkan BATAN
Sampai tahun 2009 BATAN telah melepas secara nasional 15 varietas unggul padi untuk program peningkatan produktivitas pangan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia yang telah disertifikasi oleh Dinas Pertanian. Selain itu juga telah dihasilkan 5 varietas unggul kedelai, 1 varietas unggul kacang hijau dan 1 varietas unggul kapas. Selain varietas unggul, juga terdapat sejumlah galur mutan harapan tanaman pangan hortikultura, dan industri yang masih dalam proses pengembangan untuk menjadi varietas unggul antara lain padi, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, sorgum, gandum, bawang merah, artemisia (tanaman obat), kapas, jarak pagar, dan ornamental (tanaman hias).
Varietas padi hasil litbang BATAN, secara komulatif sampai dengan tahun 2009 telah ditanam di 23 provinsi dengan luasan lebih dari 2 juta ha. Pada perioda 2004 -2009, telah diperoleh Surat Keputusan Pelepasan dari Menteri Pertanian pada verietas unggul berikut.:
- SK Pelepasan Menteri Pertanian No. 573/Kpts/SR.120/10/2004, 12 Oktober 2004 untuk varietas unggul padi Yuwono.
- SK Pelepasan Menteri Pertanian No. 574/Kpts/SR.120/10/2004, 12 Oktober 2004 untuk varietas unggul padi Mayang.
- SK Pelepasan Menteri Pertanian No. 134/Kpts/SR.120/3/2006, 6 Maret 2006 untuk varietas unggul padi Mira-1.
- SK Pelepasan Menteri Pertanian No. 1012/Kpts/SR.120/7/2008, 28 Juli 2008 untuk varietas unggul padi Bestari.
- SK Pelepasan Menteri Pertanian No. 1013/Kpts/SR.120/7/2008, 28 Juli 2008 untuk varietas unggul kedelai Mitani.
- SK Menteri Pertanian No. 337/Kpts/SR.120/3/2008, tanggal 28 Maret 2008 untuk Varietas Kapas Karisma-1.

Keunggulan varietas padi unggul MIra-1antara lain rasa beras enak dan pulen, potensi produktivitas 9,20 ton/ha GKG, umur genjah 105 – 120 hari, tahan hama wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan untuk biotipe 3,tahan penyakit bakteri hawar daun strain III dan agak tahan strain IV, dan mengandung kadar amilosa sedang (19%)dan protein tinggi (9,02%).
Varietas unggul padi hasil litbang BATAN.
|
Varietas Padi |
Keunggulan |
|
Atomita 1 – 4 |
Produksi tinggi 4,5 -7 ton/ha, rasa nasi sedang-pulen, tahan wereng coklat biotipe 1 |
|
Cilosari |
Produksi tinggi 5-6,5 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, tahan hawar daun strain 3, rasa nasi pulen |
|
Kahayan |
Produksi tinggi 4-10 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, tahan hawar daun strain 3, &4, rasa nasi pulen |
|
Winongo |
Produksi tinggi 4-9 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, tahan hawar daun strain 3&4, rasa nasi sangat pulen |
|
Woyla |
Produksi tinggi 5-7 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, tahan hawar daun strain 3, rasa nasi pulen |
|
Merauke |
Produksi tinggi 5-7 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, tahan hawar daun strain 3, rasa nasi pulen |
|
Diah Suci |
Produksi tinggi 6-7 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2 agak tahan biotipe 3, tahan hawar daun strain 3 agak tahan strain 4, rasa nasi sangat pulen |
|
Mayang |
Produksi tinggi 6-11 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2 agak tahan biotipe 3,tahan hawar daun strain 3 agak tahan strain 4, rasa nasi pulen |
|
Juwono |
Produksi tinggi 6-9 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2 agak tahan biotipe 3, tahan hawar daun strain 3 agak tahan strain 4, rasa nasi pulen |
|
Situgintung |
Produksi tinggi 2-3,5 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1, agak tahan biotipe 2, agak tahan blast, rasa nasi enak |
|
Mira 1 |
Produksi tinggi 6-9 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, agak tahan biotipe 3, tahan hawar daun strain 3, agak tahan strain 4, rasa pulen. |
|
Bestari |
Produksi tinggi 6-9 ton/ha, tahan wereng coklat biotipe 1&2, agak tahan biotipe 3, tahan hawar daun strain 3, agak tahan strain 4, rasa pulen. |

Keunggulan varietas unggul padi Bestari antara lain rasa beras enak dan pulen, potensi produktivitas 9,42 ton/ha GKG, umur genjah 115 – 120 hari, tahan hama
wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan untuk biotipe 3, kadar amilosa sedang (21,62%), kadar protein tinggi (18%), rendemen giling tinggi (73,68%), dan beras kepala tinggi (94,01%).


Varietas unggul padi Yuono dan Mayang.
Varietas unggul kedelai yang dihasilkan BATAN
|
Varietas Kedelai |
Keunggulan |
|
Muria |
Produksi 1,8 ton/ha, cukup tahan penyakit karat daun |
|
Tengger |
Produksi 1-1,7 ton/ha, cukup tahan lalat putih dan penyakit karat daun, umur 73-79 hari |
|
Meratus |
Produksi 1,8 ton/ha, cukup tahan penyakit karat daun umur 73 - 77 hari |
|
Rajabasa |
Produksi 2 - 3,9 ton/ha, tahan penyakit karat daun, toleran cekaman masam |
|
Mitani |
Produksi 1,98ton/ha,tahan hama kutu hijau ? |

Ukuran biji varietas unggul Kedelai Muria (kanan)
yang lebih besar dari biji galur tetua (kiri).

Kedelai varietas Rajabasa Kedelai varietas Mitani
Varietas unggul kacang hijau yang telah dihasilkan diberi nama Camar dengan keunggulan mampu menghasilkan 1-2 ton/ha dan tahan terhadap penyakit bercak coklat dan kudis. Selain itu juga ada variatas unggul tanaman kapas Karisma-1 dengan keunggulan antara lain potensi produksi hingga 3740 kg kapas berbiji/ha, kadar serat mencapa > 43 %, umur genjah 120 hari, jarak tanam rapat (100x10 cm), tahan hama Helocoverpa Armigera, danserat sangat putih tidak memerlukan perlakuan khusus untuk pemutihan.


Kacang hijau varietas Camar Kapas varietas Karisma-1
(Edited by Sob & HW)
Artikel terkait
- Mengenal Lebih Dekat UD. Sri Jaya Banyuwangi “Mitra Kerja Berprestasi Pemerintah”
- Teknik RIA Progesteron untuk Peningkatan Kinerja Reproduksi dan Produksi Ternak
- Pandanputri Sebagai ‘The New Icon’ Cianjur
- Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk
- Beras Aromatik Pandanputri Hasil Rekayasa Genetika Dengan Teknik Mutasi Radiasi
| |
|||||||||
|
|








