Radiasi pengion dapat pula dimanfaatkan untuk pengawetan bahan makanan, menghambat pertunasan, menunda pematangan, disinfestasi serangga/hama gudang, dekontaminasi bakteri patogen dan mensterilkan produk pangan dari segala bentuk cemaran mikroba. Proses sterilisasi makanan dengan radiasi pengionini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit melalui makanan dan memperpanjang masa simpan. Makanan yang telah diiradiasi tidak mengalami perubahan nilai nutrisi dan tidak membuat makanan bersifat radioaktif.
Teknik pengawetan bahan pangan secara konvensional misalnya cara fisika (pemanasan, pendinginan, pembekuan, dan penekanan) dan penambahan bahan kimia (penggaraman, penambahan bahan pengawet kimia, dan antibiotik) dilakukan terutama untuk makanan olahan, akan tetapi kadang-kadang memiliki kendala yang tidak dapat dihindarkan. Untuk mengatasi hal tersebut, teknik radiasi telah menunjukkan potensi yang baik sebagai alternatif untuk meningkatkan mutu bahan pangan. Hal ini disebabkan teknik radiasi mempunyai beberapa keunggulan antara lain: dapat menjaga kesegaran makanan, tidak meninggalkan residu, dapat membunuh mikroba secara efektif dan prosesnya mudah dikontrol.
Berdasarkan dosis radiasi gamma, aplikasi teknik radiasi dalam bidang bahan pangan dibedakan menjadi 3 tingkat sebagai berikut.
1. Dosis rendah (<1 kGy)
- Mencegah pertunasan pada rimpang dan umbi-umbian (0,05 – 0,15 kGy)
- Menunda proses kematangan buah (0,1 – 1,15 kGy)
- Membunuh serangga (0,2 – 1 kGy)
- Membunuh parasit daging (0,1 – 0,3 kGy)
2. Dosis sedang (1 – 10 kGy)
- Menurunakan kandungan mikroba dengan prose pasteurisasi (0,5 – 10 kGy)
- Membunuh bakteri patogen (3 – 10 kGy)
3. Dosis tinggi (> 10 kGy)
- Membunuh semua mikroba yang ada dengan proses sterilisasi (10 – 50 kGy)

Kentang yang tidak diradiasi Kentang yang diradiasi
Gambar 118

Gambar 119
Stroberi yang tidak di radiasi dan diradiasi
Pemakaian teknik radiasi pengion untuk pengawetan bahan pangan telah diatur oleh pemerintah Republik Indonesia melalui peraturan menteri kesehatan yaituPERMENKES No.152/MENKES/SK/II/1995 dan yang terakhir PERMENKES No.701/MENKES/PER/VIII/2009.
Tabel 11 : Jenis pangan, tujusn dan dosis serap maksimum (Lampiran I PERMENKES No.701/MENKES/PER/VIII/2009)
|
No |
JENIS PANGAN |
TUJUAN IRADIASI |
DOSIS SERAP MAKSIMUM |
|
1 |
Umbi Lapis dan Umbi Akar |
Menghambat Perunasan Selama Penyimpanan |
0,15 |
|
2 |
Sayur dan Buah Segar (selain yang termasuk kelompok 1) |
|
1,0 1,0 2,5 1,0 |
|
3 |
Produk Olahan Sayuran dan Buah** |
Memperpanjang Masa Simpan |
7,0 |
|
4 |
Mangga |
Memperpanjang Masa Simpan |
0,75§ |
|
5 |
Manggis |
|
1,0 1,0 |
|
6 |
Serealia dan Produk Hasil Penggilingannya, Kacang-kacang, Biji-bijian Penghasil Minyak, Polong-polong, Buah Kering |
|
1,0 5,0 |
|
7 |
Ikan, Pangan Laut (Seafood Segar maupun Beku) |
|
5,0 3,0 2,0 |
|
8 |
Produk Olahan Ikan, dan Pangan Laut |
|
8,0 10,0 |
|
9 |
Daging dan Unggas serta Hasil Olahannya (Segar maupun Beku) |
|
7,0 3,0 2,0 7,0 |
|
10 |
Sayuran Kering, Bumbu, Rempah-rempah Kering (Dry Herbs) dan Herbal Tea |
|
10,0 1,0 |
|
11 |
Pangan yang Berasal dari Hewan yang dikeringkan |
|
1,0 5,0 |
|
12 |
Pangan Olahan Siap Saji Berbasis Hewani*** |
Sterilisasi dan Membasmi Mikroba Patogen termasuk Mikroba Berspora serta Memperpanjang Masa Simpan |
65 |
* Dosis serap minimum dapat disesuaikan untuk membasmi organisme pertunasan pengganggu tumbuhan/organisme pengganggu tumbuhan karantina, untuk lalat buah : 0,15 kGy.
§Dikobinasi dengan pencelupan dalam air hangat pada suhu 55o C selama 5 menit.
** Dosis minimum dapat ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan perlakuan untuk menjamin mutu higienis pangan.
*** Wajib memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh institusi berwenang tentang iradiasi pangan dosis diatas 10 kGy.
Pada kemasan produk makanan iradiasi diberi label yang berisi keterangan tentang jenis sumber radiasi yang digunakan, waktu irradiasi, nomor lisensi serta tujuan iradiasi dan logo radura(radiation durable) yang merupakan simbol international untuk menunjukkan bahwa bahan telah diiradiasi. Berikut ini beberapa jenis kemasan yang dapat digunakan berdasarkan PERMENKES No.701/MENKES/PER/VIII/2009)

Tabel 12 : Jenis bahan kemasan yang diijinkanuntuk digunakan pada proses iradiasi(Lampiran II PERMENKES No.701/MENKES/PER/VIII/2009)
|
No |
JENIS BAHAN KEMASAN |
DOSIS SERAP MAKSIMUM (kGy) |
|
1 |
Nitrocellulose-coated cellophane |
10 |
|
2 |
Vinylidene chloride copolymer-coated cellophane |
10 |
|
3 |
Glassine paper |
10 |
|
4 |
Wax-coated paperboard |
10 |
|
5 |
Polyolepin film |
10 |
|
6 |
Polyolefin film containing coatings comprissing a vinylidene chloride copolymer with one or more of the following co-monomers : Acrylic acid, Acrylonitrile, Itaconic acid, Methylacrylate and Methyl methacrylate |
10 |
|
7 |
Kraft paper (flor pacjaging only) |
0,5 |
|
8 |
Polyethylene terephthalate film |
10 |
|
9 |
Polyethylene terphthalalte film containing coatings comprising a vinylidene chloride copolymer with one or more of the following co-monomers : Acrylic acid, Acrylonitrile, Itaconic acid, Methylacrylate |
10 |
|
10 |
Polyethylene terephthalte film containing coating consisting or polyethylene |
10 |
|
11 |
Polystyrene film |
10 |
|
12 |
Rubber hydrochloride film |
10 |
|
13 |
Vinylidene Chloride-vinyl chloride copolymer |
10 |
|
14 |
Nylon-11 |
10 |
|
15 |
Ethylene-viyl acetate copolymer film |
30 |
|
16 |
Vegetable parchment |
10 |

Gambar 120 :
Pepes ikan dan rendang yang diradiasi (45 kGy) dapat bertahan
selama 12 bulan pada 28±2oC.
Beberapa keuntungan sterilisasi dengan radiasi pengion dibandingkan dengan metode sterilisasi lain dalah dilakukan pada suhu kamar, tidak menimbulkan kenaikan temperatur yang berarti, dapat menembus kedalam seluruh bagian produk dan dalam kemasan akhir, waktu iradiasi sebagai variabel dapat dikontrol dengan tepat, tidak meninggalkan residu, dan dapat dilakukan pada produk akhir.
(Narasumber: ZI, Penulis HW)
Artikel terkait
- Mengenal Lebih Dekat UD. Sri Jaya Banyuwangi “Mitra Kerja Berprestasi Pemerintah”
- Teknik RIA Progesteron untuk Peningkatan Kinerja Reproduksi dan Produksi Ternak
- Pandanputri Sebagai ‘The New Icon’ Cianjur
- Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk
- Beras Aromatik Pandanputri Hasil Rekayasa Genetika Dengan Teknik Mutasi Radiasi
| |
|||||||||
|
|








