Teknik nuklir untuk peternakan
03 Aug 2010 11:10:03
Artikel terkait
| |
|||||||||
|
|
Reproduksi dan kesehatan ternak
Radiasi sinar gamma sumber 60Co dapat dimanfaatkan untuk pengembangan vaksin ternak, melemahkan agen penyakit patogen menjadi non patogen, tetapi masih mempunyai kemampuan menstimulasi tanggap kebalpada ternak. Disamping itu pemanfaatan senyawa yang telah ditandai dengan isotop atau radioisotopjuga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah hormon reproduksi tertentu dalam rangka meningkatkan kinerja reproduksi ternak.
Vaksinyang dikenal saat ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu,vaksin hidup (live vaccine), vaksin dimatikan (killed vaccine) dan vaksin sub unit.
Vaksin radiasi yang sedang dikembangkan termasuk jenis vaksin hidup, dengan melemahkan bakteri atau parasit menggunakan iradiasi. Pembuatan vaksin dengan cara melemahkan organisme penyebab infeksi untuk memperoleh strain yang virulensinya sangat berkurang sudah diakui keampuhannya. Secara konvensional atenuasi vaksin (penurunan patogenitas) dilakukan secara kimiawi dan fisika misalnya dengan melakukan adaptasi temperatur, menurunkan patogenitas E. tenella isolat lokal dengan seleksi precocious, untuk membandingkan patogenitas E.tenella isolat lokal tanpa seleksi (galur tetua) dan dengan seleksi precocious (galur precocious). Beberapa keuntungan dari penggunaan radiasi dalam pengembangan vaksin yaitu sifat atenuasi vaksin yang lebih stabil dengan waktu pasasenya lebih singkat.
Teknik RIA (radioimmunoasssay) progesteron dapat menginterpretasikan gambaran fungsi faali reproduksi ternak dengan melihat profil hormon progesteron,sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan reproduksi pada ternak yang kinerja reproduksinya rendah. Penggunaan kit RIA progesteron dapat mengetahui potensi kembar dengan cara memantau tingkat konsentrasi hormon P4 pada fase luteal (11 hari setelah ovulasi). Dibandingkan dengan pemantauan visual, pemantauan dengan teknik RIA progeteron terhadap tenggang waktu antara kelahiran hingga pelaksanaan IB (inseminasi buatan) pertama post partum, dan ternak berhasil bunting menunjukkan hasil yang lebih baik yaitu 96,7 ± 13,6 vs 136,1 ± 6,9 hari. Data pemantauan dari aplikasi teknik RIA P4 dapat di manfaatkan dalam tindakan antisipasif, seperti afkir atau penggantian ternak, sehingga penampilan reproduksi ternak dapat terjaga dengan baik.
Hasil-hasil yang telah dicapai terkait kesehatan dan reproduksi ternak
|
Litbang |
Tujuan |
Keterangan |
|
Vaksin koksivet |
Untuk mencegah penyakit berak darah (koksidiosis) pada anak ayam |
Vaksin sudah di produksi oleh PUSVETMA Surabaya Dosis radiasi 125 Gy
|
|
Vaksin radiasi Fasciolosis |
Untuk mencegah penyakit fasciolosis (cacing hati) pada ternak ruminansia |
Dalam proses mencari mitra untuk produksi secara komersial
|
|
Teknologi Radioimunoassay (RIA) Progesteron (P4) |
|
Kit RIA P4 diproduksi oleh PRR – BATAN
|
Nutrisi Ternak
Kegiatan di BATAN yang terkait nutrisi ternak lebih fokus pada nutrisi untuk ternak ruminansia dan ikan. Dalam hal ini, teknik nuklir yang digunakan yaitu radiasi pengion, perunut radioisotop serta beberapa analisis unsur berdasarkan emisi radiasi. Bahan pakan yang digunakan diutamakan bahan lokal daerah tertentu sesuai dengan daerah dimana pakan tersebut akan digunakan. Disamping itu bahan pakan yang dipilih dipastikan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Penelitian dengan teknik perunut, dilakukan secara in-vitro untuk mengetahui produksi biomassa mikroba di dalam rumen setelah diberikan pakan yang diuji. Semakin tinggi produksi biomassa mikroba, maka kualitas pakan semakin baik. Radioisotop yang digunakan sebagai perunut adalah 32P, 35S dan 15N. Bahan yang digunakan untuk pembuatan pakan yaitu sludge kelapa sawit, limbah pembuatan kecap, bungkil kedelai, tepung ikan, menir, dedak, dan vitamin, sedangkan hormon metiltestosteron (MT) digunakan untuk menjantankan anak ikan (sex reversal). Penentuan konsentrasi hormon testosteron dilakukan menggunakan teknik radioimmunoassay (RIA) dengan perunut 125I. Semua kegiatan penelitian dengan perunut radioisotop dilakukan secara in-vitro, untuk mencegah kontaminasi radioisotop kepada ternak atau hewan.
Radiasi pengion juga dapat digunakan untuk dekontaminasi bahan pakan. Selain itu, analisis kandungan mineral pakan yang diuji dilakukan dengan teknik nuklir, yaitu analisis pengaktifan netron (APN) atau spektrofotometer sinar-X (X-Rays Spectrophotometer). Keuntungan penggunaan teknik nuklir ini adalah dapat melakukan analisis beberapa jenis mineral sekali running sehingga efisien, dan dapat mendeteksi kandungan mineral yang rendah dan lebih hemat biaya.
Hasil-hasil yang telah dicapai yaitu;

UMMB hasil penelitian PATIR-BATAN yang telah digunakan peternak sapi di berbagai daerah

SPM hasil penelitian PATIR-BATAN, merupakan perbaikan dari UMMB.
| |
|||||||||
|
|







