Bookmark and Share
Beras Aromatik Pandanputri Hasil Rekayasa Genetika Dengan Teknik Mutasi Radiasi
31 Aug 2010 01:59:02
kecilkan font perbesar font

Satu lagi varietas unggul padi hasil karya anak bangsa berhasil dikontribusikan untuk menambah keragaman varietas unggul padi nasional. Varietas ini termasuk tanaman padi yang cocok untuk lahan basah, bersifat aromatik (berbau harum) dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi lahan. Karena merupakan keturunan dari Varietas Pandan Wangi yang menjadi kebanggaan Kabupaten Cianjur, varietas baru ini kemudian diberi nama Pandanputri.

Berawal dari kondisi bahwa varietas Pandanwangi yang masih sangat sulit untuk bisa diproduksi secara massif, maka Prof. Dr. Ismachin pemulia tanaman dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan rekayasa genetika terhadap Pandanwangi dengan menggunakan teknik radiasi. Seperti diketahui bahwa Pandanwangi adalah beras kebanggaan masyarakat Cianjur karena memiliki ciri khas tersendiri, yaitu baunya harum, rasa nasinya sangat pulen dan penampilan nasinya sangat putih. Kombinasi dari keragaman sifat khas tersebut kemudian membuat Pandanwangi banyak dicari dan harganya menjadi sangat mahal.

Agak disayangkan selain sifat positif tersebut ternyata Pandanwangi memiliki kekurangan, yaitu umur panennya masih sangat panjang yaitu sekitar 8 bulan dan tidak mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan. Tidak semua wilayah di Kabupaten Cianjur cocok untuk ditanami Pandanwangi, hanya di 5 Kecamatan yang bisa menghasilkan, yaitu Kecamatan Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Cugenang dan Cianjur Kota. Itulah yang menyebabkan Pandanwangi menjadi sulit ditemukan di pasaran.

  

Dengan melihat kondisi tersebut Prof. Dr. Ismachin kemudian melakukan percobaan rekayasa genetika dengan teknik penyinaran radiasi gamma (Iradiasi). Sebagaimana karakteristiknya radiasi gamma bisa menyebabkan perubahan sifat keturunan apabila ditembakkan pada bebijian tanaman. Interaksi antara sinar gamma dengan kromosom bisa menyebabkan struktur kromosom rusak, putus atau berpindah pasangan. Perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi sifat tanaman yang diradiasi. Sifat baru yang muncul bisa beragam, bisa lebih bagus atau sebaliknya. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan tanaman dari sejak proses penyemaian, masa pertumbuhan hingga waktu panen. Pada saat inilah akan terlihat perubahan yang terjadi pada tanaman dan hanya terhadap sifat yang baik yang dilakukan pengamatan selanjutnya, hingga diperoleh sifat tanaman yang diinginkan.

Penyinaran radiasi terhadap Pandanwangi sudah dilakukan pada tahun 2001 dan kemudian dilakukan pengujian tanaman bekerja sama dengan PT. Sang Hyang Sri di Pusaka Negara, Kabupaten Subang hingga menghasilkan Galur Mutan Harapan dengan kode PW 67-a-PsJ.  Galur Mutan inilah yang kemudian dilakukan uji multi lokasi di 17 kecamatan di Kabupaten Cianjur antara tahun 2008 hingga tahun 2009. Untuk mendukung kegiatan uji multi lokasi tersebut antara BATAN dengan Kabupaten Cianjur telah menandatangani Nota Kesepahaman pada tahun 2007. Hasil uji multi lokasi menunjukkan bahwa Galur Mutan PW 67-a-PsJ bisa beradaptasi baik di seluruh wilayah pengujian. Sifat positif yang lain adalah masa panennya sangat pendek hanya sekitar 4 bulan, aromatik, tekstur dan rasa nasinya tidak berubah dari induknya.

Hasil pengamatan terhadap uji multi lokasi yang dilengkapi dengan uji fisik galur, kandungan protein dan amilosa serta uji flavor ini kemudian diajukan kepada Tim Penilai dan Pelepasan Varietas (P2V) Tanaman serta berhasil lolos untuk ditetapkan sebagai varietas unggul. Akhirnya dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 2366/Kpts/SR-120/6/2010 Galur Mutan PW 67-a-PsJ ditetapkan sebagai varietas unggul dan diberi nama Pandanputri. Dengan hadirnya Pandanputri diharapkan beras beraroma wangi dan pulen akan lebih mudah ditemukan di pasaran dan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa mengkonsumsi. Satu lagi kontribusi BATAN untuk disumbangkan bagi bangsa Varietas unggul Pandanputri untuk melengkapi 15 varietas unggul hasil litbang BATAN sebelumnya.

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003304385  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution