Bookmark and Share
Carbon Savings dengan nuklir
04 Dec 2010 05:33:13
kecilkan font perbesar font

Dibutuhkan waktu untuk merencanakan maupun membangun PLTN. Untuk alasan itulah, beberapa orang keliru mengatakan bahwa tenaga nuklir bukanlah jawaban yang tepat untuk mengatasi perubahan iklim karena pengurangan emisi gas karbon mutlak dibutuhkan sesegera mungkin.

Tentu saja hal ini tidak masuk akal, terlebih setelah mempertimbangkan bahwa 441 reaktor yang kini beroperasi telah berhasil menghindari pembuangan emisi gas sekitar dua setengah juta ton karbondioksida setiap tahunnya.

Tetapi apakah tepat jika disebutkan bahwa untuk mendapatkan penghematan tambahan dari nuklir akan membutuhkan waktu yang lama karena perencanaan pembangunan reakor juga membutuhkan waktu yang cukup lama? Jawabannya tentu saja tidak. Ada sekitar 60 reaktor baru yang sedang dalam tahap pembangunan, dan dapat dioperasikan beberapa tahun lagi. Ketika sudah beroperasi, reaktor-reaktor ini akan dapat membantu mengurangi emisi sekitar 400 juta ton karbondioksida setiap tahunnya. Sebagai perbandingan diperlukan 75.000 2MWe turbin dari energi bayu.

Hasil yang lebih cepat juga dapat diperoleh jika reaktor yang saat ini beroperasi diperpanjang masa operasinya. Hingga kini sudah cukup banyak PLTN yang sudah mulai maupun merencanakan untuk beroperasi lebih lama dari waktu operasinya. Hal ini dapat dilakukan melalui perubahan kebijakan politik suatu negara. Contoh konkritnya adalah kebalikan dari rencana phase-out reaktor nuklir di Jerman, seperti yang dilaporkan baru-baru ini oleh WNN.

Kebijakan baru di Jerman akan dibuat berdasarkan pengamatan dari PLTN yang akan beroperasi 8 hingga 14 tahun lebih lama. Melalui cara ini diharapkan emisi gas rumah kaca yang dapat disimpan adalah sekitar 1.800 juta ton CO2.

 

 

Kapasitas (MWe )

Awal beroperasi

Rencana Phase Out

Rencana Baru

Biblis-A

1167

Feb-75

2008

2016

Neckarwestheim-1

785

Dec-76

2009

2017

Brunsbüttel 

771

Feb-77

2009

2018

Biblis-B

1240

Jan-77

2011

2018

 Isar-1

878

Mar-79

2011

2019

Unterweser 

1345

Sep-79

2012

2020

Phillipsburg-1

890

Mar-80

2012

2026

Grafenrheinfeld 

1275

Jun-82

2014

2028

Krummel 

1260

Mar-84

2016

2030

Gundremmingen-B

1284

Apr-84

2016

2030

Gundremmingen-C

1288

Jan-85

2016

2030

Gröhnde 

1360

Feb-85

2017

2031

Phillipsburg-2

1392

Apr-85

2018

2032

Brokdorf 

1370

Dec-86

2019

2033

Isar-2

1400

Apr-88

2020

2034

Emsland 

1329

Jun-88

2021

2035

Neckarwestheim-2

1305

Apr-89

2022

2036

(th.erni)

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397584  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution