Bookmark and Share
Cameco membeli uranium dari Finlandia
11 Feb 2011 06:54:23
kecilkan font perbesar font

Cameco menandatangani perjanjian ekslusif dengan Talvivaara Mining untuk membeli uranium hasil produk sampingan di tambang nikel-seng Sotkamo di Finlandia.

Melalui situs reminya, Talvivaara Mining mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah menandatangani off-take agreement dengan salah satu produsen uranium terbesar di dunia, Cameco. Fokus utama dari perjanjian ini adalah mengenai pembelian uranium yang merupakan produk sampingan dari kegiatan penambangan nikel-seng di Sotkamo Finlandia, oleh Cameco dari Talvivaara.

Menurut rencana Talvivaara akan mulai membangun suatu sirkuit untuk proses ekstraksi uranium dalam beberapa bulan mendatang dan ditargetkan selesai pada tahun 2012. Dalam hal ini bantuan teknis akan diberikan oleh Cameco mulai dari desain, konstruksi, komisioning hingga pengoperasian.

Berdasarkan ketentuan yang termaktub dalam off-take agreement tersebut, Cameco akan memberikan modal di muka, maksimal hingga $60 juta untuk menutup biaya konstruksi dari  sirkuit ekstraksi yang akan dibangun di tambang nikel-seng di Sotkamo. Setoran modal tersebut akan dikembalikan dalam bentuk pengiriman uranium konsentrat pada periode  awal perjanjian.

Setelah modal dikembalikan, pembelian uranium akan diatur dalam suatu perjanjian kedua yang berlaku hingga tanggal 31 Desember 2027. Perjanjian ini akan memungkinkan Talvivaara untuk menjual uranium  kepada Cameco dengan harga yang mengacu pada harga pasar pada saat pengiriman. Cameco akan mengambil alih kepemilikan uranium yang diproduksi Sotkamo dan memiliki hak untuk menjual produk tersebut kepada konsumen.

Seperti tertulis pada situs WNN, CEO Cameco Jerry Grandey mengatakan bahwa perjanjian ini sejalan dengan rencana strategis Cameco untuk melipatgandakan produksi uranium dari aset yang ada pada tahun 2018. Melalui kerjasama ini, perusahaan akan memiliki sumber pasokan uranium tambahan selain yang telah dimilikinya. Kerjasama ini juga memungkinkan Finlandia meningkatkan kontribusi energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. CEO Talvivaara Pekka Pera pun optimis. Menurutnya memang masuk akal jika mereka melakukan ekstraksi uranium dengan cara yang sama seperti yang telah mereka lakukan pada logam lainnya.

Sebenarnya prosentasi uranium pada batuan di Sotkamo sangat rendah, rata-rata hanya 0,0015-0,0020 % saja. Sejumlah kecil uranium, yakni sekitar 25 miligram per liter, larut dalam larutan selama proses bioheapleaching untuk memurnikan nikel, seng, tembaga dan kobalt yang merupakan produk utama tambang tersebut. Uranium inilah yang nantinya akan dimurnikan melalui rangkaian sirkuit yang akan mulai dibangun dalam beberapa bulan kedepan.

Tambang yang dimiliki Talvivaara merupakan salah satu sumber daya nikel sulfida terbesar di Eropa, dengan orebody yang cukup untuk mendukung produksi yang diharapkan, setidaknya untuk 46 tahun. Dengan jumlah deposit yang cukup banyak, tambang Sotkamo ditargetkan mampu memproduksi uranium sebesar 350 ton/tahun (770 000 pon) atau setara dengan 900 000 pon yellow cake (setara dengan UO4) per tahun. Meskipun demikian, perusahaan mencatat bahwa kapasitas produksi uranium dapat ditingkatkan sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi nikel dan seng di tambang Sotkamo dengan menggunakan proses bioheapleaching yang unik.

Sebelum memulai proses, Talvivaara harus menjalani serangkaian proses perijinan yang diperlukan untuk pembangunan serta pengoperasian sirkuit ekstraksi dari badan regulator Finlandia. Salah satu tahapan yang sedang dilakukan adalah penilaian dampak lingkungan di calon lokasi serta persiapan pengajuan izin lingkungan untuk ekstraksi uranium. Perusahaan juga telah mengirimkan aplikasi kepada Kementrian Tenaga Kerja dan Ekonomi untuk memperoleh ijin ekstraksi uranium sebagai produk sampingan pada bulan April 2010. Off-take agreement antara Talvivaara dan Cameco juga tunduk pada ratifikasi oleh EURATOM Supply Agency dan European Commission, serta telah di approve oleh pihak yang berwenang di Finlandia. Kedua perusahaan berharap persetujuan dari Euratom bisa diperoleh dalam waktu dekat.

Finlandia memiliki empat PLTN yang mensuplai kebutuhan listrik nasional sekitar 30%. Unit kelima, Olkiluoto 3, sedang dalam proses konstruksi dan diharapkan akan selesai pada tahun 2013. Pada tahun 2010, Talvivaara menjadi pemegang saham di Fennovoima yang berencana untuk membangun reaktor baru di salah satu lokasi dari dua calon tapak PLTN di pantai barat Finlandia. (th.en/ image : talvivaara)

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397618  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution