30 Agustus 2010
Dalam rangka penguatan pengawasan keselamatan nuklir, bertempat di hotel Menara Peninsula telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara P2STPBIN-BAPETEN dan PTNBR-BATAN, terkait program insentif Ristek 2010 tentang kajian terhadap cadangan bahan Sumber (U + Th) pada hasil tambang pasir Zirkon dalam rangka penguatan pengawasan.
Acara dihadiri oleh Kepala P2STPBIN-BAPETEN Dr. Marsodi M.Eng, Kepala PTNBR-BATAN Drs. Djatmiko M.Sc beserta staf. Maksud dari perjanjian kerja sama ini adalah untuk saling mendukung, melakukan pertukaran pengetahuan dan meningkatkan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam kegiatan penelitian dan pengkajian kandungan bahan sumber pada bahan galian pasir zirkon. Dalam rangka penguatan pengawasan keselamatan dan keamanan nuklir sebagai implementasi mewujudkan peran iptek untuk kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan dari kerja sama ini untuk mengkaji kandungan bahan sumber bahan galian pasir zirkon dengan menggunakan iptek nuklir, dalam rangka penguatan pengawasan keselamatan dan keamanan nuklir, serta pengabdian kepada masyarakat yang saling menguntungkan untuk mendukung program pembangunan nasional. Dalam sambutannya Drs. Djatmiko M.Sc menyatakan bahwa kerja sama ini bisa bermanfaat bagi kesejahteraan negara. Djatmiko berharap agar tidak terjadi lagi bahan-bahan bernilai strategis keluar tanpa pengawasan atau pemantauan, karena bahan-bahan tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan bisa untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam sambutan berikut yang disampaikan oleh Dr. Marsodi M.Eng. menyatakan bahwa mengenai pandangan keadaan saat ini dimana di Indonesia terdapat banyak tambang, namun kemungkinan kepemilikannya mayoritas dikuasai oleh pihak asing. "Dengan demikian perlu dilakukan beberapa langkah untuk menyikapi hal tersebut, agar negara bisa survive", lanjutnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan MoU terkait Program Insentif Ristek 2010 yang ditandangani oleh Dr. Marsodi M.Eng dan Drs. Djatmiko M.Sc. (AG/sumber batan.go.ig)