Bookmark and Share
Harga baru untuk energi nuklir di Perancis
04 Dec 2010 05:37:38
kecilkan font perbesar font

Sebuah undang-undang baru disahkan oleh legislatif Perancis yang akan memaksa produsen tenaga nuklir Electricité de France (EDF) untuk menjual sekitar seperempat dari outputnya ke lain pemasok energi Perancis dengan harga tetap pemerintah untuk mengembangkan kompetisi.

Proses legislatif untuk mengadopsi New Organisation of the Energy Market law, atau lebih dikenal dengan Nome, telah selesai pada tanggal 24 November yaitu pada saat disahkan oleh Majelis Nasional Prancis. Undang-undang mengharuskan EDF untuk menjual 100 TWh per tahun kepada pemasok listrik lain dengan "harga ekonomis yang kompetitif" untuk memastikan bahwa persaingan tetap berlangsung. Harga tersebut akan direview dan di setujui kembali setiap tahunnya oleh menteri berdasarkan pendapat Komisi Peraturan Energi (CRE). Persetujuaan ini akan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang berlaku untuk pembangkitanlistrik oleh PLTN.

Undang-undang ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua pemasok listrik Perancis dapat menawarkan harga yang kompetitif kepada pelanggan. Pasar tenaga listrik Prancis telah terbuka untuk kompetisi sejak tahun 1996, tetapi dari sudut pandang para pesaing EDF mengatakan posisis perusahan tersebut tidak lagi kompetitif (EDF menjalankan 59 reaktor nuklir yang menghasilkan sekitar 75% dari listrik di Perancis).

EDF menghasilkan lebih dari 430 TWh per tahun, dan selain memasok listrik untuk Perancis, perusahaan juga mengekspor listrik ke Belgia, Jerman, Italia, Spanyol, Swiss dan Inggris. Peraturan yang baruakan memaksa EDF untuk menjual 100 TWh setahun kepada para pemasok Perancis lainnya sehingga akan memberikan mereka akses ke volume beban dasar yang lebih besar.

Menteri Keuangan Christine Lagarde dan menteri energi Eric Besson menyambut baik undang-undang barutersebut, mengatakan bahwa peraturan tersebut mewadahikerangka hukum modern yang "transparan dan efisien" untuk sektor energi di negara itu, serta mendorong inovasi dan kompetisi dan memberikan kepada semua pemasok Perancis, dan karenanya semua konsumen, akses pasokan yang sama dari sektor tenaga nuklir Prancis.

Undang-undang baru akan berlaku hingga2025, dengan harga jual kemungkinan akan diumumkan pada awal 2011. Dikutip dariBloomberg dan Reuters, CEO EDF,Henri Proglio mengatakan bahwa harga untuk output nuklir minimal harus sebesar € 42 ($ 56) per MWh, sedangkan CRE sendiri mengatakan bahwa harga sebesar € 37 ($ 49) per MWh adalah diperlukan untuk menjamin persaingan yang efektif.
 
Menurut Lagarde dan Besson, hukum akan menjamin konsumen Perancis membayar biaya "sebenarnnya" dari produksi listrik di Prancis dibandingkan harga yang lebih tinggi dari nilai yang ditentukan oleh referensi Eropa.(th.erni/sumber wnn)

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397640  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution