Bookmark and Share
Modifikasi sistem EPR memuaskan regulator Inggris
04 Dec 2010 05:37:52
kecilkan font perbesar font

Regulator nuklir Inggris menyatakan puas atas upaya yang dilakukan Areva dan EDF untuk mengatasi kekhawatiran terkait dengan sistem kontrol dan instrumentasi (C&I) dari desain sistem reaktor EPR.

HSE (The Health and Safety Executive), yang melakukan proses Generic Design Acceptance (GDA) EPR agar dapat dipergunakan di Inggris, telah menulis kepada kedua perusahaan untuk menginformasikan bahwa mereka telah menutup isu regulasi (regulatory issue, RI) terkait dengan sistem C&I.

HSE menempatkan RI pada desain C&I EPR pada April 2009. Disebutkan bahwa ada 4 fokus perhatian terkait dengan design. Pertama, kekhawatiran mengenai “kompleksitas dari interkoneksi antara Class 1 safety system yang sangat penting dengan lower Safety Class Control System”. Yang kedua, adanya “kekurangan pada perlengkapan Class 1, termasuk hard-wired dan teknologi sederhana sebagai diverse backup ke sistem komputerisasi yang canggih berbasis display dan kontrol di ruang kontrol utama dan stasiun kendali shutdown (Remote Shutdown Station).

Selain itu, HSE juga mengatakan bahwa banyak dari sistem kontrol utama yang telah direkayasa ke standar Class 3, padahal seharusnya mereka berada di standar Class 2. Isu keempat adalah terkait dengan desain adalah bahwa “klaim probabilistik yang dibuat pada dua platform sistem keamanan berbasis komputer mengartikan bahwa kegagalan umum dari kedua sistem adalah setara dengan “incredible” sehingga kejadian dapat diabaikan”.

Namun, HSE kini mengatakan bahwa “EDF dan Areva telah menjawab kekhawatiran Direktorat Nuklir tersebut dengan sangat memuaskan, yaitu dengan mengusulkan adanya perubahan desain C&I untuk EPR Inggris”.

EDF dan Areva telah menyampaikan kepada HSE bahwa semua jaringan komunikasi antara sistem kontrol dan sistem keselamatan akan menjadi satu arah, dari sisteml Class 1 ke sistem Class 2 dan 3. Terkait dengan sistem backup, perusahaan akan menggunakan operasional sistem informasi dan kontrol (Safety information and control system, SICS) Class 1 pada ruang kontrol utama dan panel yang serupa juga akan dipergunakan pada stasiun kendali shutdown. Penggunaan SICS mencakup penggunaan teknologi hadr-wired sederhana dan akan beroperasi penuh untuk alarm dan display setiap saat.

Sistem kontrol utama akan direkayasa dengan standar Class 2 daripada Class 3, demikian dikatakan oleh perusahaan. Selain itu, klaim probabilistik pada masing-masing platform utama C&I akan memiliki batas yang lebih rendah dari pada desain asli. Areva dan EDF menyampaikan pada HSE bahwa kekurang andalan pada keseluruhan sistem keamanan akan dilakukan dengan memperkenalkan sistem pengamanan yang tidak berbasis komputer.

Pada surat yang dilayangkan kepada Areva dan EDF, regulator mengatakan : “Meskipun ada beberapa upaya luar biasa yang dilakukan, kami puas karena Anda telah membahas berbagai tindakan kunci terkait dengan Regulatory Issue, dan sekarang memiliki status yang sama dengan Regulatory Obeservation (RO) dalam proses GDA”.

HSE mencatat bahwa RO, “sementara masih memerlukan resolusi, berada pada level yang lebih rendah dari RI dan tidak selalu mengecam Design Acceptance Confirmation”.

Direktorat Nuklir HSE menambahkan, “kami menyadari bahwa EDF dan Areva telah menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi untuk sampai ke level ini. Namun, saya harus mengingatkan anda bahwa [RO] masih sangat menantang dan memerlukan perhatian penuh dan juga sumber daya agar berhasil memenuhi target program EPR Inggris”.

HSE menambahkan, “Direktorat Nuklir yakin bahwa dalam 6-18 bulan kedepan, penyerahan design detail oleh EDF dan Areva, seharusnya cukup untuk menutup tindakan RO, dan bahwa untuk sementara status mereka saat ini tidak diartikan bahwa kesimpulan dari GDA fase 4 pada bulan Juni 2011 adalah sesuatu yang buruk”.

Philippr Knoche, wakil presiden eksekutif senior untuk grup reaktor Areva dan bisnis service mengatakan: “kami menerima keputusan HSE untuk menutup isu utama terkait dengan reaktor EPR”. Tambah nya lagi, “berkat kualitas kerja yang tinggi dari tim, kami telah mencapai tonggak penting untuk generasi baru sistem I&C setelah arsitekturnya telah divalidasi di Finlandia musim semi ini”.

Design reaktor lainnya yang dalam proses GDA adalah Westinghouse AP1000. Namun, dari HSE masih terkendala pada isu regulasi mengenai desain teknik dari perusahaan, yang disampaikan pada bulan Februari 2010. Regulator menginginkan Westinghouse untuk lebih lanjut membenarkan klaimnya tentang metode konstruksi baja-beton-baja(th.erni/sumber wnn)

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397641  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution