Bookmark and Share
India Membutuhkan Banyak SDM Nuklir
22 Jun 2010 03:34:55
kecilkan font perbesar font

Industri nuklir di India sedang mempersiapkan ekspansi besar-besaran terkait dengan beberapa kesepakatan untuk membangun beberapa PLTN baru di India. Namun demikian beberapa hal yang menjadi perhatian adalah keterbatasan jumlah SDM nuklir yang tersedia.

Sampai sepuluh tahun kedepan, sumbangan nuklir untuk listrik di India diharapkan meningkat dari sekitar 4.000 MWe menjadi 20.000 MWe yang menyebabkan meningkatnya permintaan pekerja dengan kompetensi nuklir. Menurut Kameshwar Rao dari Pricewaterhouse Coopers, tujuh atau delapan tahun ke depan industri nuklir India akan membutuhkan sedikitnya 1900 SDM dengan kompetensi nuklir.

Meskipun beberapa peraturan telah diputuskan untuk menangani masalah ini, hanya perusahaan nuklir nasional India (NPCIL) yang memiliki kewenangan untuk membangun PLTN di India. Saat ini telah dilaksanakan program training internal untuk 250 orang. Sebagai tambahan Homi Bhabha National Institute, universitas negeri di India dengan sepuluh fasilitas nuklir di seluruh negeri telah mentraining 400 hingga 600 orang setiap tahunnya. Indian Institute of Science di Bangalore dan Indian Institute of Technology Bombay dan Kharakpur juga melaksanakan program pasca sarjana di bidang nuklir meskipun dengan kapasitas yang terbatas.

“Ini adalah masalah yang serius, dan saat ini kami belum mengetahui solusinya.” Kata Kameshwar Rao dan merekomendasikan NPCIL untuk meningkatkan jumlah lulusannya. Dia juga optimis bahwa para mahasiswa di India akan tertarik untuk bekerja di bidang nuklir. “Ada pengalihan keputusan bekerja selain hanya di bidang keuangan dan IT di beberapa komunitas mahasiswa.” 

Pendidikan dan pelatihan diharapkan menjadi perhatian utama, dan menjadi bagian dari program nuklir India selama 8 tahun kedepan. Selain itu diharapkan dengan mengimpor reaktor, tidak berarti bahwa operatornya juga harus selalu dari negara yang bersangkutan, meskipun demikian kerjasama dibidang operasi reaktor juga mutlak diperlukan. 

Beberapa universitas negeri telah mengambil langkah untuk menghadapi masalah ini, Tahun 2008 Jawaharlal Nehru Technological University membuka program ‘kursus master dua tahun’ di bidang teknik nuklir terutama untuk kandidat master teknik terutama teknik mesin, kimia, sipil maupun metalurgi. Setelah 6 minggu dimulai, angkatan pertama diisi oleh 22 mahasiswa.

Oktober tahun lalu universitas lainnya Pandit Deendayal Petroleum University di Gandhinagar, Gujarat membuka Program Energi Nuklir untuk mendapatkan gelar master di bidang teknik nuklir. Program ini kurikulumnya memuat 20 subjek termasuk Matematika Terapan Lanjutan di Teknik Nuklir, Generator Turbin dan Sistem Suplai Air. (eph/sumber wnn)

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397651  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution