Yogyakarta. Infonuklir. (22/12/2011). Satu lagi pusat informasi nuklir yang diberi nama Nuclear Corner hadir di Yogyakarta. Dengan demikian di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini ada 2 pusat informasi sejenis. Sebelumnya dilokasikan di Taman Pintar.
Kamis 22 Desember 2011 diselengarakan peresmian Nuclear Corner di gedung auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN Yogyakarta). Gagasan munculnya fasilitas ini berasal dari Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN Jakarta. Dengan pelbagai pertimbangan dipilih salah satu gedung milik BATAN Yogyakarta untuk direnovasi menjadi pusat informasi ini. Informasi yang ada di Nuclear Corner dimulai dari teori-teori ilmu pengetahuan tentang fenomena radiasi yang sudah ada sejak manusia lahir, sampai dengan penemuan nuklir dan pemanfaatannya bagi kehidupan. Bermacam jenis reaktor dan simulasi cara kerjanya dapat dilihat di fasilitas ini.
“Informasi iptek nuklir secara komplit dan menyeluruh dapat dinikmati sendiri oleh pengunjung dengan mengoperasikan komputer yang sudah tersedia”. Demikian dikatakan Edi Sumadi salah satu pemandu ditempat itu.
Dalam sambuatannya Drs. Totti Tjiptosumirat mengatakan bahwa masih banyak keluhan masyarakat, terutama Jawa Tengah dan sekitarnya yang belum terjamah dengan informasi nuklir. Hasil selama ini baik sudah dilakukan melaului iklan televisi maupun talk show di stasiun televise, memang baru sebagian yang mengetahui informasi tentang nuklir tersebut. Informasi iptek nuklir yang tertangkap masih sepotong-sepotong.
Selain itu juga untuk melengkapi informasi yang disampaikan oleh petugas layanan informasi dari STTN maupun Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) BATAN. Diharapkan dengan adanya Nuclear Corner ini dapat lebih memicu kreatifitas pelajar SLTA dan mahasiswa untuk menggunakannya, serta para pengajar agar semakin dapat menunjukkan kegunaan iptek nuklir bagi kesejahteraan masyarakat.
Kepala PTAPB-BATAN Yogyakarta Dr. Ir. Widi Setiawandalam sambutan pembukaan mengajak masyarakat pendidikan di Indonesia untuk haus akan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupannya. “Marilah anak bangsa ini mulai dengan menekuni dapat memproses bahan baku jadi lebih bernilai jangan hanya seperti berdagang saja”. Demikian tegas Widi.
Diceritakan Widi bahwa banyak perbedaan persepsi tentang nuklir di masyarakat. Ada yang menerima secara skeptis dll. Hal ini perlu diluruskan agar nantinya masyarakat bisa benar-benar paham tentang nuklir. Dikatakan Widi bahwa BATAN telah membantu masyarakat Gunung Kidul yang kekurangan air. Diwaktu penghujan terlihat banyak tumbuhan menghijau, tetapi kalau musim kemarau gersang karena air tanah ada di ke dalaman lebih dari 100 m dibawah tanah . Pemanfaatan iptek nuklir dalam menentukan resapan air tanah untuk mengatasi kesulitan air di daerah itu. Kerjasama antar negara dan lintas perguruan tinggi dan instansi terkait dengan menyediakan generator mikro hydro dengan bantuan negera Jerman di Gunung Kidul yang sekarang dapat beroperasi dengan layak menaikkan air tanah tersebut.
Selain para pimpinan BATAN di Yogyakarta, acara ini juga dihadiri sekitar 70 orang, terdiri dari para guru SLTP dan SLTA Daerah Istimewa Yogyakarta, kalangan dan mahasiswa.Sebagian besar guru menyampaikan rasa bangga bahwa di Yogya telah ada pusat informasi menyeluruh tentang iptek nuklir yang sebelumnya tidak dimengerti. (eSumadi/jgj)