Jakarta, Infonuklir (31/01/12). "Ini pakai nuklir?" Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Drs. Suryadharma Ali, M. Si saat menyambut kunjungan Kepala BATAN Dr. Hudi Hastowo dan jajaran pejabat BATAN lainnyadi kantor Kementerian Agama, Selasa (31/01/12).
Dalam rangka menyebarluaskan produk-produk BATAN di beberapa pesantren yang menjadi mitra BATAN terkait pemanfaatan produk hasil litbang iptek nuklir, sekaligus menambah link ke pesantren-pesantren di Indonesia, Kepala BATAN Dr. Hudi Hastowo berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia.
Suryadharma Ali menyatakan kekagumannya atas produk-produk litbang nuklir, salah satunya makanan olahan siap saji yang telah diiradiasi dengan dosis tertentu hingga aman dikonsumsi. "Ini menarik dan harus kita sosialisasikan, bisa mengejutkan orang-orang terutama Amerika jika mendengar iptek nuklir telah masuk ke pesantren-pesantren" tambah beliau.
Sebelumnya Kepala BATAN Dr. Hudi Hastowo menyampaikan bahwa peran iptek nuklir khususnya di bidang pertanian dan pangan secara khusus telah disalurkan ke beberapa pesantren seperti pesantren di Pati, Malang, Brebes, Magelang dan di Puspiptek. "Ini menunjukkan bagaimana peran iptek nuklir untuk kemaslahatan masyarakat" tambah Hudi. Kunjungan ini didasari untuk membangun kerjasama dengan Kementerian Agama, dalam kaitannya menyebarluaskan hasil litbang BATAN ke pesantren di Indonesia. Suryadharma Ali mengaku tertarik dan ingin berkunjung ke BATAN untuk melihat secara langsung teknologi yang ada di BATAN.
"Kerjasama ini segera ditindaklanjuti, integrasikan ke pesantren" tegas Suryadharma Ali. Secara khusus beliau mengintruksikan hal tersebut ke Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Ace Syaefudin yang turut hadir bersama Sekretaris Jenderal Bahrul Hayat, PhD. (AG)