Jakarta, Infonuklir.(05/01/12). Mengawali kegiatan tahun 2012 ini, nampaknya litbang iptek nuklir bidang pangan cukup mendapat perhatian serius dari masyarakat. Hal ini terlihat dari kunjungan Menristek Gusti Muhammad Hatta ke kawasan nuklir Pasar Jumat Jakarta, tepatnya Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR-BATAN).
Dalam kunjungan tersebut Menristek didampingi oleh Jajaran Pemda Kalimantan Selatan yang dimotori Kepala Balitbangda Provinsi Kalsel Hj. Suriatinah mewakili gubernur yang berhalangan hadir. Selain itu juga hadir beberapa bupati, wakil bupati, dan ketua DPRD wilayah Kotabaru, Kota Banjarbaru, Kabupaten Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan, Kamis (05/01/12).
Dalam sambutannya Kepala BATAN Hudi Hastowo, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan pintu kerja sama antar peneliti, pemerintah daerah Kalimantan Selatan, penyedia iptek, untuk bisa berdiskusi dan menentukan hasil-hasil iptek seperti apa yang dibutuhkan di Kalimantan Selatan. Hudi berharap kegiatan selanjutnya akan lebih baik dilakukan secara tripartit antara BATAN, Kementrian Ristek dan lembaga lain dibawah Kementerian Ristek, pemerintah daerah dan kalangan akademisi, untuk meningkatkan sumber daya manusia setempat. “Kerja sama BATAN dengan Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan sudah cukup baik, dan saatnya kita tingkatkan,” tambahnya.
Mewakili Gubernur Kalsel, Kepala Balitbangda Propinsi Kalsel Hj. Suriatinah mengatakan bahwa Kalimantan Selatan termasuk sepuluh propinsi yang memberikan kontribusi pangan nasional hal ini tidak terlepas dari dukungan kinerja yang baik seluruh eleman masyarakat di daerah dan bentuk perhatian pemerintah daerah, propinsi dan kabupaten kota yang terus berusaha mewujudkan pembangunan yang pro kemiskinan, pro pertumbuhan dan pro lingkungan.
Ditambahkan pula bahwa penduduk Kalimantan Selatan sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian yang memerlukan peningkatan kemampuan dan sarana pendukung yang lebih baik dan efektif seperti ketersediaan bibit unggul, pupuk yang ramah lingkungan, pakan yang bernilai ekonomis, serta sentuhan iptek yang memadai untuk memacu produktifitas yang lebih besar, untuk itu perlunya transfer teknologi dari BATAN untuk mempertahankan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional menyikapi pasar global yang menuntut daya saing lebih kompetitif di tingkat internasional.
Diakhir sambutannya ia berharap bahwa iptek nuklir di sektor kesehatan, industri, dan energi juga dapat ditranfer ke Kalimantan Selatan untuk menjawab berbagai permasalahan yang saat ini semakin kompleks.
Sementara itu Bupati Kota Baru Ilhami Rijani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya untuk memahami apa yang ada disini dapat diaplikasikan di daerahnya masing-masing dengan harapan dapat mengubah cara pandang masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan di daerah Kalimantan Selatan.
“Orang mendengar atom atau nuklir itu pikirannya adalah senjata untuk perang, padahal nuklir itu bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas dalam bidang pangan seperti pemuliaan bibit unggul padi yang tahan hama, masa tanam pendek, dan produktivitas panennya meningkat".
“Kalimantan Selatan selain lumbung pangan juga lumbung energi sehingga nanti kita bisa cocokkan apa yang ada disini dengan karakter daerah. Tidak hanya terbatas yang ada di BATAN, tapi juga bisa melihat potensi yang ada ke Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Ristek,” jelas Menristek Gusti Muhammad Hatta.
Menristek menjelaskan hal ini dapat dilakukan dengan tahapan mulai dari menggali informasi, mencocokkan, kemudian memanfaatkan secara detil apa saja yang bisa diaplikasikan ke daerah untuk meningkatkan kesejahteraan. Ia berharap bahwa nantinya pemanfaatan teknologi nuklir ini tidak hanya di Kalimantan Selatan saja akan tetapi bisa dimanfaatkan di daerah lain.
Acara dilanjutkan dengan mengunjungi laboratorium pertanian yang ada di PATIR - BATAN dan Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Puspiptek Serpong. (sidiq)