Bookmark and Share
Teknologi reaktor berbahan bakar uranium hidrida
30 Aug 2010 10:34:07
kecilkan font perbesar font

Uranium hidrida (UH3) adalah senyawa yang mempunyai sifat unik. Dalam senyawa ini, atom uranium dikelilingi oleh tiga atom hidogen. Senyawa ini bila dipanaskan sampai pada temperatur lebih kurang 550oC maka senyawa akan mengalami desosiasi dan atom hidrogen akan lepas dari atom uranium induknya. Sebaliknya bila temperatur uranium turun di bawah temperatur desosiasi uranium hidrida, maka atom uranium akan mudah mengikat atom hidrogen membentuk senyawa uranium hidrida.

Dalam teori reaktor nuklir, diketahui bahwa uranium-235 sebagai bahan fisil akan lebih mudah berfisi bila tertumbuk oleh neutron lambat (disebut juga neutron termal) daripada bila tertumbuk oleh neutron cepat. Bila atom uranium-235 berfisi, maka atom uranium akan membelah dan dihasilkan 2 hingga 3 buah neutron cepat. Atom hidrogen dalam teori reaktor dikenal sebagai bahan moderator yang memperlambat kecepatan gerak neutron yang menumbuk atom ini.

Apabila sebuah neutron cepat menghampiri molekul senyawa UH3, maka sebelum neutron bertemu dan menumbuk atom uranium, neutron akan terlebih dahulu menumbuk atom hidrogen dan kecepatannya turun sehingga menjadi neutron lambat, setelah berubah menjadi neutron lambat maka bila neutron tersebut terus bergerak dan menumbuk atom uranium-235 selanjutnya akan terjadi reaksi fisi. Fenomena ini menunjukkan bahwa UH3 adalah senyawa unik yang memiliki sifat bahan bakar nuklir dan moderator neutron.

Suatu desain struktur reaktor yang terdiri dari tabung/bejana yang diisi dengan tepung UH3 dapat dirancang untuk mempertahankan reaksi fisi berantai. Kondisi ini dapat tercapai bila susunan geometri dan kuantitas UH3 memenuhi kaidah kritikalitas dalam teori reaktor nuklir, sehingga komposisi geometri dan material mencapai kondisi kritis.

Dikirim oleh:


Artikel terkait

KOMENTAR

Belum ada komentar di artikel ini
0003397821  


  PUBLIKASI   NUCLEAR MILE STONES    POLLING
Buku, Booklet,Leaflet dan Article
1896  Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari
Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia?

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use
Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2010. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution